Konsultan Nasional Harus Jadi Tuan Rumah

213 Views

SuaraKarya.id – Yogyakarta: Konsultan nasional harus bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Caranya dengan meningkatkan kapabilitas serta didukung penuh oleh keberpihakan dari pemerintah.

“Kita ingin konsultan nasional jadi tuan rumah, sehingga segala aspek pekerjaan konsultan dikerjakan sendiri. Dalam lingkup lebih kecil, konsultan daerah jadi tuan rumah di daerahnya,” kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikatan Konsultan Nasional (Inkindo) Peter Frans pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Inkindo di Yogyakarta, Jumat (4/4) malam.

Menurut Peter, saat ini banyak proyek donor yang gunakan konsultan asing karena memang dalam agreement yang ditandatangani mensyaratkan konsultan yang berpengalaman internasional yang identik dengan pengalaman di luar negeri.

“Padahal menurut kami yang dimaksud pengalaman internasional adalah pengalaman walaupun di dalam negeri namun untuk proyek yang dibiayai oleh donor asing,” katanya.

Dikatakannya, jika dilihat dari segi lingkup pekerjaan, bisa jadi proyek di dalam negeri lebih besar dibanding di luar negeri. Dia ambil contoh pekerjaan membangun bendungan jatigede jauh lebih besar dibanding proyek di Timor Leste.

Adanya persyaratan tersebut, kata Peter, menyebabkan perbedaan billing rate antara konsultan internasional dan nasional hingga mencapai 20 kali lipat.”Sehingga kita harapkan pemerintah berani memakai konsultan nasional untuk proyek-proyek strategis nasional. Sehingga ada keberpihakan dari pemerintah. Kalau tidak ada, akan susah,” kata Peter.

Dengan billing rate yang baik, kata dia, tersedia dana untuk pengembangan kompetensi . “Ini memang seperti telur dan ayam mana yang lebih dulu harus diperbaiki,” ujarnya.

Diharapkan pula ada perlindungan untuk konsultan menengah dan kecil agar bisa bekerja sama, sesuai dengan ketentuan dalam pasal 24 UU Jasa Konstruksi yang mensyaratkan pemda agar bisa terbitkan Pergub untuk kerja sama operasi konsultan menengah/kecil tersebut.

Ke depan, menurut Peter, perlu adanya UU Jasa Konsultan yang menjadi payung bagi produk usaha jasa konsultan di Indonesia. Hal ini sangat diperlukan untuk mendukung bisnis jasa konsultan baik konstruksi maupun non konstruksi.”Tapi di tahun politik ini, UU mungkin terlalu tinggi. Jadi kita harapkan dalam waktu dekat bisa terbit perpres mengenai pengembangan dan peningkatan jasa konsultan. Karena bisnis ini harus dikembangkan,” jelasnya.

Saat ini Inkindo memiliki 6.252 anggota perusahaan jasa konsultan nasional dan 120 perusahaan afiliasi/asing yang tersebar di 34 provinsi.

Sementara itu, Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarif Burhanuddin mengatakan bahwa jumlah tenaga ahli atau konsultan di Indonesia baru 195 ribu, yang bersertifikat, sedangkan kebutuhan mencapai lebih dari 300 ribu. Kekurangan ini dilihat dari banyaknya kejadian gagal lelang dimana salah satu penyebabnya adalah di tenaga ahli.

Menurut dia, selama ini banyak regulasi yang terkait dengan tenaga ahli. “Dalam regulasi tersebut, salah satunya membahas agar perusahaan juga memiliki jasa konsultan. Jangan hanya ketika ada proyek saja lalu menyodorkan tenaga ahli dari luar,” katanya.

06 April 2019 05:46 WIB
Penulis : Silli Melanovi
Editor : Silli Melanovi
Sumber: http://m.suarakarya.id/detail/89680/Konsultan-Nasional-Harus-Jadi-Tuan-Rumah

Baca Juga:

No comments