Ketua Umum INKINDO, Ir H Peter Frans Tidak Ada Negara Maju Dan Hebat Tanpa Konsultannya Maju Dan Hebat

Jakarta, NAWACITAPOST- INKINDO merupakan komunitas profesional yang berdiri pada 20 Juni 1979, INKINDO ini merupakan gabungan dari 2 organisasi yaitu INKINDO dan satuan konsultan, sesuai dengan namanya INKINDO merupakan gabungan dari badan usaha baik yang teknik maupun non teknik, dalam INKINDO ini bukan hanya perusahaan nasional tetapi juga perusahaan asing bergabung dalam komunitas tersebut, adapun jumlah perusahaan yang tergabung antara lain sekitar 5500an perusahaan Nasional dan ada sekitar 120an perusahaan asing, mulai dari perusahaan yang kecil menengah dan besar, INKINDO merupakan satu satunya organisasi konsultan yang terbesar dan tertua di Indonesia terbukti dengan banyaknya perusahaan yang tergabung dalam INKINDO. Di INKINDO sendiri membidangi 18 bidang al Bidang politik, hukum, kesehatan, pertanian dan lain sebagainya diluar PUPR itu sendiri, dalam Nomenklatur INKINDO ada 2 antara lain DPN (Dewan Pengurus Nasional ) dan DPP (Dewan Pengurus Provinsi), untuk DPN Berdomisili di Jakarta dan DPP tersebar 34 Provinsi seluruh Indonesia INKINDO ini juga bergabung dalam organisasi FIDIC (Federation Internationale Des Ingenieurs-Conseils International Federation of Consulting Engineers) yang beranggotakan 120 negara di seluruh dunia dan INKINDO merupakan salah satu wakil dengan kata lain INKINDO adalah satu-satu nya yang mewakili Indonesia di FIDIC, KETUM INKINDO juga pernah mengikuti pertemuan tahunan FIDIC di Meksiko dan berhasil menggolkan Prof Sarwono sebagai BOD ( Board Of Director) di FIDIC dan ini sejarah bagi bangsa Indonesia dimana pertama kali menggolkan putra terbaik nya dalam masa satu abad FIDIC berdiri dan di bawah FIDIC juga ada komunitas ASPAC (Asia Pacific Council) yaitu Asosiasi Pacific Eng.

Dan kita juga menduduki Pa Irawan dalam sebagai Presiden ASPAC dan di zaman beliau, beliau juga berhasil menduduki Pa Zulkifli Halim sebagai Sekjen FACE ( Federation Asian Consultant Engineering) artinya tiga putra terbaik Indonesia prestigious dan semua itu terjadi pada periode kepengurusan INKINDO saat ini pungkas mantan ketua INKINDO DKI Jakarta target INKINDO kedepan ada yang namanya GBHKO ( Garis-garis Besar Haluan Konsultan Organisasi) yang mencatat program kerja selama saya menjabat pungkas Pa Peter. INKINDO juga di era Alm. Pa Nugroho telah berhasil membuat Road Map INKINDO 2030 disebut juga INKINDO emas karena INKINDO sudah setengah abad atau 50 tahun jadi INKINDO punya Road Map kemana arah INKINDO sampai 2030. Sehingga di masa saya di samping punya tugas di GBHKO yang telah ditetapkan oleh MUNAS dan juga mengadopsi Road Map INKINDO dan itullah program-program INKINDO selama saya menjabat pungkas Dirut PT. CIRIAJASA EC.

Dan di era ini yang paling menonjol, kita berhasil melakukan E-Vote (Electronic Vote) dalam memilih ketua, bahkan satu-satu nya asosiasi yang melakukan E-Vote di seluruh Indonesia serta pertama kali terlaksana di Semarang dan saya terpilih sebagai ketuanya dengan memperoleh suara sebanyak 80% dari total partisipan E-Vote. Di dalam E-Vote yang punya hak pilih adalah anggota atau perusahaan yang bergabung dalam INKINDO masing-masing memiliki satu hak suara setiap badan usaha, sementara kalau perusahaan asing harus berafiliasi dalam beberapa perusahaan dan setia afiliasi mempunyai satu hak suara dan yang punya hak pilih adalah penanggung jawab perusahaan itu sendiri dan kali ini E-Vote ada peningkatan sekitar 15% dari biasanya yang arti nya dari seluruh anggota sekitar 80% yang ikut E-Vote. Selain itu kita juga masih punya program yang berbasis digital KTA ( Kartu Tanda Anggota) online semua badan usaha juga demikian berbasis online, kita juga punya program dalam menggabungkan pengusaha dan tenaga ahli bisa di cek di www.ibridge.co.id IBRIDGE ini merupakan laman untuk menghubungkan pengusaha dan tenaga ahli.

Dear Sobat Konsultan,

iBridge Kini Sudah Hadir, Kunjungi laman kami di www.ibridge.co.id atau Download di Google Play Store dan App Store

Daftarkan Perusahaan anda dan dapatkan Benefit :

√ Mudah mendapatkan tenaga ahli
√ Mudah mendapatkan informasi proyek terkini
√ Mudah mempromosikan perusahaan anda
√ Sederhana dan terkoneksi

Daftarkan data diri anda sebagai Tenaga Ahli dan dapatkan Benerfit :

√ Mendapatkan akses kerja ke berbagai perusahaan ternama
√ Peluang kerja dalam genggaman anda
√ Mudah mempromosikan keahlian anda
√ Sederhana dan terkoneksi

FREE (Berlaku Sampai 31 Desember 2020)
FB : Ibridge.Indonesia
Twitter : iBridge_IDN
IG : @ibridge.indonesia

Dalam waktu dekat kita akan memperbaiki ADRT mudah-mudahan E-Vote merupakan yang terbaik dalam anggota INKINDO itu sendiri pungkas Pa Peter. Penting nya peran konsultan contohnya konsultan konstruksi memang anggarannya Cuma 4-10% dari anggaran, tetapi sering saya sampaikan tidak ada negara maju tanpa konsultan maju dan tidak ada negara hebat tanpa konsultan hebat pungkas Peter Frans karena konsultan membangun peradaban, memang porsi kita kecil tapi untuk menggerakan konstruksi yang besar dengan kualitas, kuantitas serta keberhasilan konstruksi ditentukan oleh konsultan yang baik. Dalam perencanaan yang baik sudah menghasilkan 50% keberhasilan konstruksi dan hal itu merupakan pengungkit ekonomi yang cukup bagus, itu selalu saya tekankan disetiap event webinar karena konstruksi ini penyumbang 10% dari PDAB dalam kondisi normal sebelum pandemi. Dalam setiap kesempatan juga melakukan survey kepada setiap anggota dan hasil nya sudah kami kirimkan ke presiden dan instansi yang berwenang, kita menyampaikan bahwa dunia konstruksi merupakan pengungkit ekonomis pasca pandemic ini.

Kesulitan yang dihadapi dalam dunia konstruksi ada dua faktor antara lain faktor keahlian dan faktor keuangan. Jika kita mendapat kan dana yang bagus dan tenaga ahli yang bagus maka, sering saya menyarankan kepada teman-teman untuk membentuk akses ke tenaga ahli dan pemerintah harus membuka akses ke perbankan sehingga industry konsultan bisa tumbuh dengan baik. Contoh nya di Asia ini sudah ada Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) khusus nya dibentuk oleh China dan Indonesia salah satu member di dalam nya berikut nya saya berharap Indonesia mempunyai Bank spesifik konstruksi yang dapat membantu kontraktor dan konsultan Indonesia, sehingga mendapat akses kredit dengan bunga murah, mudah jaminan pelaksanaan, mudah jaminan uang muka karena konstruksi penyumbang 10% dari PDAB kita dan itu cukup besar. Sekarang ini ada Bank baru di Asia selain World Bank, ADB, AIIB yang dimotori oleh negara China, contohnya proyek Mandalika.

Dalam Rakernas INKINDO dan beraudiens dengan wapres RI Jusuf Kalla pernah saya sampaikan “Bersama membangun INKINDO yang modern dan profesional”. “Professional lawan nya amatir yang arti nya dia harus mempunyai gaji sesuai dengan skill nya bahkan kita menggagas BRM (Billing Rate Minimal) dan ini merupakan lompatan besar yang dilakukan oleh INKINDO dan BRM ini sudah diadopsi oleh kementerian PUPR. Dalam undang-undang ada yang namanya remunerasi minimal yang dikeluarkan oleh KEPMEN 847 PUPR. Standar BRM ini yang bergerak di konstruksi wajib BRM kalau tidak maka dia akan dikenai sanksi oleh INKINDO dan tidak akan menang di PUPR karena tidak lolos BRM ini sudah ditetapkan oleh PUPR yang diadopsi dari INKINDO ini adalah salah satu professional yaitu berbayar. Arti nya akan dibayar sesuai dengan skill nya. Kementrian lain juga sudah mengadopsi BRM salah satu nya yang terakhir KEMENHUB sudah menerapkan BRM non konstruksi dalam waktu dekat ini kita sedang mendorong pengadaan jasa konsultan non konstruksi dari BAPENAS karena kita bisa menerapkan undang-undang jasa konsultasi lewat PERPRES mandiri yang diinisiasi oleh BAPENAS. Mudah-mudahan tahun ini bisa menggolkan PERPRES ini sehingga konstruksi ada undang-undang nya dan non konstruksi ada PERPRES nya. Supaya non konstruksi ada BRM, kalua konstruksi sudah stabil dan ini akan membuat iklim usaha, karena bagaimanapun juga asal mula nya memberikan penghargaan pada profesional terhadap tenaga ahli.”

Apa sih modern yaitu lebih maju dari zamannya kita sudah membuat KTA online, E-Vote online, membuat IBRIDE, SBO, dan sebentar lagi LPJK, dalam menyongsong era digitalisasi ini kita harus sudah siap. Contoh nya 10 tahun yang lalu tidak ada bendungan, jalan tol, sebagai Lead firm yang dibangun oleh konsultan Indonesia, tetapi sekarang ada 56 bendungan yang digagas oleh Jokowi 100% dikerjakan lokal dan semua jalan tol juga hamper 100% dilakukan oleh lokal yang arti nya kita mampu tetapi tidak ada kesempatan. Dalam proyek MRT semestinya dalam fase 2,3, dan 4 bisa dikerjakan konsultan lokal. Tidak apa kalau fase pertama dan kedua boleh Jepang karena dana nya dari Jepang tapi untuk fase ke 3 dan 4 semestinya nasional karena anggarannya APBN konsultan nasional harus nya menjadi Leading di negara nya sendiri dan menjadi Lead firm di negara nya itu ah yang saya cita-citakan pungkas Peter

INKINDO benar-benar mendukung pemerintahan Presiden Jokowi sebagai presiden elected di profil beliau. Harapan INKINDO pada pemerintah Presiden Jokowi supaya di masa pandemi ini banyak proyek-proyek yang dianggap pembangunan infrastruktur yang meningkat sangat tajam agar pembangunan infrastruktur nya dilakukan dengan berkelanjutan karena saya pikir itu merupakan hal yang sangat bagus, karena bangunan infrastruktur yang sudah dibangun tidak mungkin berhenti begitu saja kecuali masalah IKN yang dipandang karena memang itu ada hubungan politik. Proyek infrastruktur saya pikir tidak ada kata tidak, harus dilanjutkan sampai tuntas untuk kemakmuran rakyat.

Kesimpulannya tidak ada negara maju tanpa konsultan maju, tidak ada negara hebat tanpa konsultan yang hebat karena konsultan membangun peradaban. Dan saya mengharapkan mulai lah menjadi tuan rumah dinegeri sendiri mumpung konsultan asing belum bisa datang ke Indonesia karena kondisi pandemi. Inilah kesempatan kita untuk menjadi Lead firm di negara sendiri kita punya PSN ( Proyek Strategis Nasional), kita punya KEK,delapan koridor perbatasan, enam koridor pariwisata, seharus nya itu bisa dilakukan oleh konsultan nasional dan kedepan kita bisa bersaing dengan konsultan asing.

Penulis : Kornelius Wau

Sumber By:
nawacitapost.com

FACE Siap Lakukan Kerjasama Bidang Konsultan Engineering Tingkat ASEAN

SuaraKarya.id – JAKARTA: Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) menginisiasi kerja sama jasa konsultasi bidang teknik (enginering) tingkat negara-negara ASEAN yang tergabung dalam Federation of ASEAN Consulting Engineers (FACE).

Gagasan Inkindo ini disampaikan dalam pertemuan dua tahunan FACE yang berakhir di Jakarta, Selasa, dengan berbagai kesepakatan terkait kebijakan konsultasi bidang teknik di negara-negara ASEAN.

“Sebagai tahap awal kami menyelaraskan kebijakan di masing-masing negara untuk jasa konsultasi bidang teknik. Sebagai acuan dapat menggunakan sistem di Indonesia dan Singapura,” kata Ketua Dewan Pengurus Nasional INKINDO, Peter Frans, di Jakarta, Rabu malam (10/12/2019)

Menurut Peter,mengenai  tarif jasa konsultasi ternyata baru beberapa negara ASEAN yang menerapkan standar minimum billing rate, sehingga dibutuhkan penyesuaian-penyesuaian agar kerja sama tersebut dapat diwujudkan.

“Kerja sama ini segera diwujudkan di tahun 2020 untuk proyek-proyek pemerintah dan swasta (public private partnership/ PPP) dengan membentuk perusahaan bersama untuk menggarapnya. Sebagai tahap awal nilainya mungkin jangan besar-besar dulu. Untuk menyesuaikan kemampuan masing-masing perusahaan jasa konsultasi yang akan ikut,” jelas Peter.

Sedangkan mengenai alasan pemilihan proyek PPP untuk kerja sama ini, Peter menjelaskan karena sebagian besar dibiayai Bank Dunia yang memiliki standar sama untuk proses tender jasa konsultasi sehingga untuk penerapannya tidak akan sulit.

Terkait dengan kerja sama ini, Presiden FACE yang baru terpilih, Nguyen Thi Duyen mengatakan kesiapannya untuk mendukung program kerja sama ini termasuk menyelaraskan kebijakan jasa konsultasi masing-masing negara.

Duyen asal Vietnam ini menjelaskan salah satu program untuk 2020 terkait kerja sama ini adalah mengajak tiga negara ASEAN yakni Brunei, Laos, dan Myanmar untuk bergabung di dalam FACE.

“Kami akan memberikan dukungan dibidang legal serta memfasilitasi kebutuhan perusahaan konsultasi di masing-masing negara untuk mengikuti proyek-proyek di negara-negara ASEAN,” kata Duyen.

Duyen mengatakan sejak didirikan tahun 1995, FACE telah beranggotakan 245 organisasi dari tujuh negara ASEAN, diharapkan ke depannya jumlah itu akan ditingkatkan lagi dengan bergabungnya tiga negara ASEAN.

Dalam pertemuan itu, Peter juga bertukar pikiran dengan delegasi dari Malaysia dan Myanmar terkait rencana pemindahan ibu kota negara.

“Malaysia dan Myanmar punya pengalaman memindahkan ibu kota negara, kami coba pelajari agar nantinya dapat disampaikan ke pemerintah karena Inkindo juga dilibatkan dalam rencana pemindahan ini,” tutup Peter.

Editor : Silli Melanovi

Sumber https://m.suarakarya.id/detail/104546/FACE-Siap-Lakukan-Kerjasama-Bidang-Konsultan-Engineering-Tingkat-ASEAN

Inkindo Hadirkan I-Bridge Mudahkan Cari Tenaga Ahli

Jakarta (ANTARA) – Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) menghadirkan portal i-Bridge untuk menudahkan pemberi kerja mencari Tenaga Ahli atau Badan Usaha penyedia jasa konsultansi

“Portal ini sebagai jawaban terhadap keluhan teman-teman di daerah yang kesulitan mencari tenaga ahli,”kata Ketua DPN INKINDO, Peter Frans di Jakarta, Rabu.

Sebagai tahap awal, kata Peter, i-Bridge masih berbasis website, namun kedepannya tengah disiapkan untuk aplikasi baik android maupun ios agar layanan lebih mudah.

Peter mengatakan di era industri 4.0 menuntut segala sesuatunya serba cepat dan perusahaan yang tidak mengantisipasi hal itu bakal tertinggal

Peter optimis i-Bridge yang dikembangkan Sandy Nasution selaku Managing Director PT. Bit Zero Informatika akan berkembang karena tidak hanya tenaga ahli dan badan usaha konsultansi, namun kontraktor juda dapat mamanfaatkna fasilitas ini

Peter mengatakan pemilik pekerjaan dan badan usaha konsultan akan terbantu dengan fasilitias ini karena tinggal menghubungi tenaga konsultasi yang terdapat dalam daftar i-Bridge

Sedangkan bagi tenaga ahli termasuk yang baru lulus kuliah wadahj ini dapat dipergunakan untuk mencari pekerjaan

Peter juga menyampaikan dalam i-Bridge ini tidak hanya tenaga konsultan tetapi juga penyedia konstruksi (kontraktor)juga ikut dilibatkan.

“Saya optimisis akan ada 8.000 tenaga ahli yang ikut serta sampaik dengan akhir tahun 2020, diantaranya satu juta tenaga ahli itu telah mengantongi sertifikat profesi,”katanya

Peter optimistis meski saat ini masih ujjicoba, namun pada Desember nanti sudah berjalan normal

Sandy menjelaskan i-Bridge terinspirasi dari situs pencari kerja kaerana formatnya hampir sama menawarkan tenaga ahli dari lampiran ijasah dan keahlia yang dimiliki

Sandy juga mengungkapkan layanan ini juga akan memudahkan bagi perusahaan konsultan yang akan mengikuti lelang

Pewarta : Ganet Dirgantara

Editor : Edy Sujatmiko

Sumber  : https://papua.antaranews.com/nasional/berita/1139384/inkindo-hadirkan-i-bridge-mudahkan-cari-tenaga-ahli?utm_source=antaranews&utm_medium=nasional&utm_campaign=antaranews

IBRIDGE JEMBATAN MENUJU “DIGITAL CONSTRUCTION ERA”

Menjawab tantangan di era digital INKINDO mengandeng Data Profesional Indonesia meluncurkan IBRIDGE berbasis web portal dan aplikasi mobil yang berfungsi sebagai jembatan digital penghubung antara perusahaan dengan tenaga ahli yang bergerak di bidang jasa konstruksi.  Acara launching IBRIDGE dilaksanakan di Hotel Ambhara Jakarta pada hari rabu, 30 Oktober 2019, ditandai dengan penekanan button aplikasi secara bersama-sama oleh Ketua DPN Inkindo, Deputi Bidang Pembangunan Bappenas, dan Kasubdit Pengembangan Jasa Konstruksi mewakili Dirjen Bina Kontruksi Kementrian PUPR. Informasi lebih lanjut mengenai IBRIGDE dapat diakses melalui https://ibridge.co.id

Dalam sambutan Ketua DPN Inkindo Ir. Peter Frans menyampaikan bahwa tantangan Inkindo ke depan adalah mengurangi disparitas akses informasi terkait jasa kontruksi bagi anggota Inkindo yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. IBRIDGE merupakan bentuk realisasi Inkindo In Your Hand guna memberikan berbagai solusi terkait permasalahan jasa kontruksi yang ada. IBRIDGE diharapkan dapat mempertemukan antara tenaga ahli dan perusahaan jasa konstruksi yang membutuhkan guna melakukan kemitraan saling menguntungkan serta menjadi portal informasi jasa kontruksi yang dinamis.

Pertumbuhan positif pasar jasa konstruksi di Indonesia perlu direspon dengan cepat oleh pelaku jasa konstruksi dan asosiasi agar mampu mendorong perbaikan iklim usaha dan tingkat kompetitivenes di level regional dan global. Pada saat ini 65% pasar konstruksi Asean berada di Indonesia. Badan usaha konstruksi yang ada kurang lebih 141 ribu perusahaan dengan jumlah tenaga ahli kontruksi kira-kira 7 juta dan yang bersertifikat ahli hanya 9% dari jumlah tersebut. Sedangkan jumlah konsultan asing yang beraffiliasi dengan Inkindo sejumlah 120 perusahaan. Gambaran angka yang jauh dari ideal jika dibanding dengan kebutuhan pasar yang ada baik dari sisi keberadaan perusahaan di bidang jasa konstruksi maupun tenaga ahli. Kedepan manajemen dan pemanfaatan data kontruksi akan menjadi salah satu kunci bagi keberhasilan pelaksanaan pembangunan bidang konstruksi. Pada era digital, data menjadi aset yang paling berharga dan menjadi dasar dalam pengambilan keputusan. Selain menjembatani antara tenaga ahli dan perusahaan jasa konstruksi, IBRIDGE juga menyajikan informasi menyangkut informasi terkini terkait penyelenggaraan usaha konstruksi, informasi pengadaan jasa kontruksi, dan fitur kejar proyek atau fitur menyangkut notifikasi keberadaan daftar proyek terkini yang dinformasikan secara real time kepada pengguna, dan fitur menarik lainnya.

Dalam  sambutannya Deputi Bidang Pembangunan Bappenas, DR. Ir. Taufik Hanafi menegaskan bahwa jasonsultan mempunyai peran sentral sebagai agen  pembangunan. Database terkait jasa konstruksi menyangkut keberadaan dan spesifikasi tenaga ahli akan sangat membantu stakeholder pembangunan baik di tingkat nasional atau daerah.  Transformasi digital yang dilakukan oleh Inkindo melalui IBRIDGE merupakan milestone yang patut diapresiasi dan didukung oleh stakeholder dunia usaha jasa kontruksi dan non konstruksi guna mendukung terciptanya ekosistem usaha jasa konsultan yang dinamis.

Hendro Widodo ST, MT, selaku kasubdit pengembangan jasa konstruksi kementrian PUPR mengharapkan IBRIDGE nantinya bisa terkoneksi dengan SIKI yang dikelola oleh LPJK sehingga aspek pengembangan keprofesian berkelanjutan dapat dilaksanakan lebih terintegrasi antar stakeholder. Kementrian PUPR mendukung sepenuhnya upaya masyarakat jasa kontruksi untuk mendorong implementasi  industri 4.0 di bidang konstruksi guna terciptanya kemandirian teknologi informasi.nantinya bisa terkoneksi dengan SIKI yang dikelola oleh LPJK sehingga aspek pengembangan keprofesian berkelanjutan dapat dilaksanakan lebih terintegrasi antar stakeholder. Kementrian PUPR mendukung sepenuhnya upaya masyarakat jasa kontruksi untuk mendorong implementasi  industri 4.0 di bidang konstruksi guna terciptanya kemandirian teknologi informasi.

Sejauhmana kehadiran IBRIDGE ini akan menjadi jembatan bagi para pihak pelaku jasa kontruksi menarik untuk ditunggu. Beberapa isu mengenai sekuriti data, privasi data dan sejauhmana data pengguna tersebut bisa digunakan oleh pihak developer menjadi pertanyaan menarik dari calon pengguna. (*/irw)

Sumber : http://www.inkindojawatimur.org/ibridge-jembatan-menuju-digital-construction-era.html

HUT Ke 40 INKINDO ” INFINITY & BEYOND”

Jumlah Konsultan Indonesia Meningkat Pesat Akibat Regulasi KemenPUPR Terkait Segmentasi Pelelangan

JAKARTA: Ketua Umum DPN Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Peter Frans mengatakan bahwa dalam waktu 4 tahun ini, jumlah konsultan Indonesia bertambah pesat. Hal ini, karena pesatnya perkembangan infrastruktur di Indonesia. Selain itu, karena diterbitkannya regulasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR) dalam mengatur segmentasi pelelangan.

 

“Pemerintah, khususnya KemenPUPR telah melakukan langkah-langkah besar melalui kebijakan konseptual dan visioner , terutama dalam  lingkup usaha jasa konstruksi. Pertumbuhan usaha jasa konstruksi nasional semakin menjanjikan karena adanya program percepatan dan perluasan pembangunan infrastruktur diseluruh wilayah Indonesia dan bahkan sampai ke pelosok dan perbatasan,” kata Ketum INKINDO, Peter Frans, di Jakarta, pada HUT INKINDO ke 40, dengan Tema “Infinity and Beyond” (Tak Terbatas dan Melampauinya), di Jakarta, Rabu (24/7/2019).

 

Menurut Peter,  dengan begitu pesatnya perkembangan infrastruktur di Indonesia, maka diperlukan adanya regulasi. KemenPUPR selaku kementerian yang banyak menangani pekerjaan infrastruktur telah mengeluarkan beberapa regulasi turunan dari UU No 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi. Pertama, regulasi tentang standar remunerasi minimal yang diatur dalam Permen PUPR No 19 Tahun 2017, Kepmen PUPR No 897 Tahun 2017. Kedua, Surat Edaran Menteri PUPR No 10/2018 dan No 14/2018 tentang pemberlakuan standar dokumen pemilihan pengadaan jasa konstruksi. Ketiga, Peraturan Menteri No. 7 Tahun 2019 tentang Standar Pedoman Pengadaan Jasa Konstruksi melalui Penyedia dan Peraturan Menteri No. 9 Tahun 2019 tentang Badan Usaha Jasa Konsultan Asing.

 

Namun, kata Peter, pembangunan di Indonesia perlu juga didukung oleh SDM yang berkualitas. Karenanya, perlu diberikan training kepada para tenaga ahli agar dapat memberikan daya saing terhadap konsultang asing. Selain itu, masih banyak permasalahan di dunia jasa konsultan di Indonesia yang perlu segera diselesaikan. Untuk itu, diharapkan dengan terbitnya regulasi di tingkat pusat (UU atau Perpres) tentang jasa konsultan, permasalahan pada dunia jasa konsultan dapat segera selesai. Hal itu, sekaligus juga untuk meningkatkan kualitas dan melindungi para konsultan nasional agar dapat bersaing dengan asing dan siap menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

 

Peter juga mengatakan bahwa Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, dinilai merupakan lembaga yang tepat untuk melakukan pembinan bidang jasa konsultansi non konstruksi. Peran Bappenas dalam perencanaan pembangunan memungkinkan diperolehnya kerangka dasar pembinaan nasional yang mampu mengarahkan pembinaan jasa konsultansi secara integrasi dengan mensinergikan seluruh potensi SDM konsultan secara nasional demi mencapai tujuan strategis pembangunan dan meningkatkan daya saing SDM konsultan nasional. Dan diharapkan dukungan penuh dari Kementerian PPN/Kepala Bappenas ini untuk mendorong Perpres tentang Pengembangan dan Pembinaan  Jasa Konsultan di Indonesia.

 

Sedangkan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR), Syofyan Djalil,  juga sangat mendukung Billing Rate yang dikeluarkan oleh INKINDO. “Dan juga secara pribadi Menteri ATR juga memperkenalkan sistem perencanaan melalui pendekatan yang bersifat Holistik, Integratif, Tematik dan Spasial (HITS) yang merupakan koreksi dari pendekatan perencanaan yang selama ini lebih bersifat pendekatan sektoral, dengan menjabarkan system alokasi anggaran pemerintah yang berubah dari sistem uang mengikuti tugas dan fungsi kementerian menjadi uang mengikuti program prioritas (from money follow function menjadi money follow program),”jelas Peter.

 

Karenanya, pada kesempatan HUT INKINDO 40, INKINDO juga memberikan penghargaan kepada Ketua Umum DPN INKINDO dari Masa Bakti 1979 s/d 2018, yang selama ini telah membangun serta membentuk INKINDO yang profesional. Selain itu, beberapa rangkaian kegiatan juga telah dilakukan oleh seluruh INKINDO di daerah, seperti audiensi dengan Gubernur setempat untuk membuat PerGub sesuai dengan amanah dari UU No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi, melakukan seminar untuk meningkatkan kompetensi Anggota INKNDO, serta kegiatan sosial seperti  jalan sehat dan donor darah.

 

“INKINDO akan berusaha menjadi yang terbaik, menjangkau yang mungkin menurut orang lain tidak bisa kita gapai, dan melebihi gapaian itu. Don’t Ever Stop Dreaming, jangan pernah berhenti bermimpi. Karena hidup berawal dari mimpi. Dan kita tahu di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin, nothing impossible. Di era digital ini, INKINDO berharap dapat melampaui zaman, dengan beberapa capaian yang telah dicapai, diantaranya adalah membangun sistem  KTA Online, Web INKINDO, I-bridge.

 

INKINDO juga tidak lupa mengucapkan “Selamat”  kepada Presiden RI terpilih dan berharap besar kepada kabinet kerja baru dapat mendorong perekonomian yang lebih kuat secara umum dan secara khusus meningkatkan peran serta usaha jasa konsultan Indonesia yg lebih besar dalam proses pembangunan nasional secara khusus, sehingga dapat mewujudkan Indonesia sebagai Negara yang Maju dan Modern.

“Suatu Negara Tidak  Maju Jika Konsultannya Tidak Maju” (sekretariat nasional inkindo)

Menteri Basuki : Infrastruktur Yang Hebat Didukung Oleh Konsultan Konstruksi Yang Hebat

Jakarta — Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan peran konsultan konstruksi dalam pembangunan infrastruktur sangat penting. Dalam lima tahun ke depan, sesuai visi Presiden Joko Widodo, pembangunan infrastruktur ke depan akan tetap menjadi prioritas

“Saya sudah diminta Presiden untuk segera mempersiapkan program pembangunan infrastruktur di tahun 2020 dengan prioritas infrastruktur pendukung sektor pariwisata seperti di Borobudur, Mandalika, Danau Toba, dan Labuan Bajo. Saya harap para konsultan konstruksi yang tergabung di Ikatan Konsultan Indonesia (Inkindo) dapat ikut berkontribusi,” kata Menteri Basuki pada acara HUT ke-40 Inkindo di Jakarta, Rabu malam (24/7/2019).

Menteri Basuki berharap dengan beberapa regulasi yang diterbitkan Kementerian PUPR terkait jasa konstruksi, khususnya tentang besaran remunerasi minimal tenaga kerja konstruksi, maka juga harus diikuti dengan hasil kerja tenaga konsultan yang lebih baik.

“Tidak ada infrastruktur yang hebat tanpa konsultan yang hebat. Untuk itu ke depan saya berharap konsultan di Indonesia dapat semakin mandiri, kuat dan tangguh,” ujarnya.

Menteri Basuki berpesan kepada para konsultan konstruksi Indonesia untuk dapat melakukan pembangunan infrastruktur dengan memperhatikan unsur seni agar memiliki nilai artistik. “Ada unsur seninya sedikit lebih mahal tidak apa-apa. Seperti kalau membangun bendungan juga dilengkapi dengan penataan lansekap yang baik. Hal ini merupakan bagian dari bentuk penghayatan dalam membangun infrastruktur,” tuturnya.

Sebelumnya Menteri Basuki telah menerbitkan Keputusan Menteri PUPR Nomor 897/KPTS/M/2017 tentang Besaran Remunerasi Minimal Tenaga Kerja Konstruksi pada Jenjang Jabatan Ahli untuk Layanan Jasa Konsultansi Konstruksi tertanggal 13 November 2017. Kepmen tersebut merupakan aturan turunan dari Undang-undang No. 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.

Regulasi tersebut dapat menjadi acuan dalam menentukan biaya jasa konsultan yang dibayar berdasarkan keahliannya. Diharapkan melalui aturan tersebut tenaga konsultan bisa semakin sejahtera. “Jangan sampai masih ada yang melakukan praktek membanting harga untuk jasa konsultan, karena ini menyangkut expertis (keahlian). Kita harus bisa menghargai keahlian orang,” ujar Menteri Basuki.

Adanya standar biaya langsung personil minimal tersebur maka tenaga kerja konsultan konstruksi harus dibayar sesuai dengan keahlian yang dimiliki. Sebab jika tidak maka baik pengguna jasa maupun penyedia jasa bisa terkena sanksi administratif. Hal ini diharapkan juga mendorong perusahaan jasa konsultansi untuk bisa lebih baik dengan melakukan pelatihan-pelatihan (training) kepada para anggotanya sehingga kapasitas kerjanya menjadi lebih baik.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Inkindo Peter Frans menyatakan kesiapannya mendukung kebutuhan tenaga konsultan bersertifkat untuk pembangunan infrastruktur kedepan yang akan dipenuhi baik dari anggota Inkindo maupun organisasi lainnya.

“Perusahaan konsultan di Indonesia jumlahnya mencapai 8.000 perusahaan, sedangkan Inkindo sendiri anggotanya mencapai 6.000 perusahaan, sebanyak 85 persen anggota merupakan usaha kecil dan menengah,” kata Peter.

Ia juga mengucapkan terimakasih atas diterbitkannya standarisasi renumerasi minimal sehingga diharapkan tidak ditemukan lagi konsultan yang dibayar terlalu rendah yang tentunya akan berpengaruh terhadap kualitas pekerjaan. (Jay)

Sumber : https://pu.go.id/berita/view/17237/menteri-basuki-infrastruktur-yang-hebat-didukung-oleh-konsultan-konstruksi-yang-hebat